BERITA

Home Berita Detail Berita

Cetak

RAPAT PERTEMUAN DAN PERSENTASE STAF KHUSUS BUPATI TERKAIT PENERAPAN URBAN FARMING MELALUI METODE TANPA TANAH


Senin, 16 November 2020

Palembang, Badan Perencanaan Pembangunan Daerah Kabupaten Musi Banyuasin dan Tim Dewan Riset Daerah Kabupaten Musi Banyuasin beserta Bapak Hari Agus Wibowo melaksanakan pertemuan dan persentasi terkait penerapan Urban Farming melalui metode tanah di Kantor Perwakilan Palembang.

Siapa yang tak mengenal beras?

Beras adalah salah satu dari bahan makanan pokok bagi sebagian besar masyarakat Indonesia. Beras merupakan sumber energi maupun sumber nutrisi yang lebih baik dibandingkan dengan jenis makanan pokok lainnya.

Kabupaten Musi Banyuasin yang memiliki luas wilayah sebesar 14.265,96  km2 dengan kondisi tanahnya yang rawa dan payau. Petani biasanya bercocok tanam di sawah dan ladang untuk menanam padi. Ditengah pandemi Covid’19 ini salah satu warga Musi Banyuasin (Muba) melalui staf khusus Bupati pak Hari Agus Wibowo menemukan inovasi baru dengan teknik menanam padi tidak menggunakan tanah melainkan dengan metode penanaman padi menggunakan Kantong Plastik yang diisi dengan limbah bekas kulit padi yang dibakar dan juga daun kering, penanaman juga bisa dilakukan di perkotaan maupun dilingkungan rumah dengan lahan yang sempit.

Untuk mengganti tanah dalam menanam padi ini diperlukan limbah bekas, seperti limbah kulit padi yang dibakar dan bermacam-macam daun kering. Semua bahan dihancurkan, kemudian dijadikan tempat bercocok tanam padi

Cara baru penanaman ini padi belum pernah  ada dilakukan orang didunia, yaitu menanam padi tanpa menggunakan tanah dan pupuk organik dan uniknya dengan pola penanaman seperti ini, padi bisa dipanen 4 kali dalam setahun bahkan dalam satu meter persegi bisa menghasilkan lima kilogram gabah kering.

Inovasi yang telah ditemukan oleh Pak Hari akan diteliti dan dikaji ulang oleh dewan riset daerah untuk menguji kelayakan dan kuantitas beras yang dihasilkan, waktu panen yang diperlukan dan biaya yang dibutuhkan.