BERITA

Home Berita Detail Berita

Cetak

Energi terbarukan dari Sawit, Unggulan MUBA 2030


Jakarta, Pemerintah Kabupaten Musi Banyuasin melaksanakan Launching Branding Muba 2030 sebagai wujud komitmen pemerintah Musi Banyuasin dalam mewujudkan visi 2030 yaitu menuju world capital of sustainable energy based of palm oil.

Bupati Muba, Dr. Dodi Reza Alex Noerdin menyampaikan bahwa rencana MUBA 2030 itu bukan mimpi karena usaha itu sudah dirintis sejak saat ini dan akan diawali dengan produksi bensin pertama di tanah air dengan memanfaatkan bahan baku dari kelapa sawit.

Dodi mengatakan, jika target ibu kota dunia energi berkelanjutan berbasis sawit terwujud, maka Indonesia tidak perlu lagi bergantung pada pasar dunia untuk menjualnya produk kelapa sawit. Cukup di produksi di tanah air saja dan harganya juga bisa naik.

"Kita muwujudkan mandiri energi berkelanjutan sehingga tidak perlu lagi bergantung pasar ekspor dan petani juga bisa sejahtera karena hasil panen harganya baik," ujar Dodi Reza disela deklarasi Branding Muba 2030 menuju world capital of sustainable energy based on palm oil via zoom, Rabu (11/11/2020).

Ide tersebut benar-benar berasal dari negarawan sejati, karena saat program ini nanti terwujud tahun 2030 pasti jelas berbeda kepemilikannya. Namun, siapa pun pemimpinnya nanti yang jelas tujuannya adalah membawa Muba mandiri dalam hal energy, bahkan membawa Negara Republik Indonesia menjadi sumber kekuatan energy dunia.

Turut mendukung dalam deklarasi tersebut, Ketua DPRD Sugondo, Wakil Bupati Beni Hernedi, Sekda H. Apriyadi, Ketua TP PKK Ibu Thia Yufada, perangkat daerah, Perusahaan, Asosiasi Sawit Pengusaha, Akademisi dan Hermawan Kertajaya Founder and Chairman Mark Plus.Inc sebagai konsultan Branding Muba 2030 serta awak media Nasional maupun Lokal.

Founder and Chairman MarkPlus Inc, Hermawan Kartajaya mengatakan apa yang dicita-citakan Muba adalah cita-cita besar yang mulia dan harus diwujudkan dengan dukungan dari seluruh elemen pemerintah maupun masyarakat kabupaten Musi Banyuasin.

Sementara itu Ketua Tim Tim Penggerak PKK MUBA, Thia Yufada mengatakan sokongan Muba untuk muwujudkan ramah lingkungan tetap asri bukan cuma dari rencana pengembangan sumber enegeri berkelanjutan saja tapi juga sumbangsih pada fashion dengan menghadirkan fashion Gambo Muba yang dibuat dengan bahan sisa limbah pohon Gambir.

Gambo Muba ini dibuat dengan sisa limbah sehingga tidak merusak ekosistem dan juga bisa mengangkat derajat pengrajin kain khas Muba agar mereka juga memiliki penghasilan.

"Perajin kain gambo juga terbantu dengan adanya kampanye fashion Ecogreen ini karena berani tampil beda juga tetap konsitem memelihara alam," ujarnya.

Kepala BAPPEDA Muba, Drs Iskandar Syahrianto menuturkan, untuk menuju Ibu Kota Dunia Energi Berkelanjutan, Pemkab Muba sudah memetakan 3 fase. "Setelah ini akan dilakukan pengumpulan data pendukung untuk menjadi basis penyusunan visi dan misi Muba 2030," jelasnya.

Lanjut Iskandar, pada fase kedua akan dilakukan penulisan dan penyusunan konten buku Muba 2030 mengenai visi misi Muba 2030 sehingga publikasi buku Muba 2030 dapat diakses masyarakat luas. "Lalu, fase ketiga penyusunan perencanaan taktis dan peta jalan aktifitas yang sesuai dengan visi misi dari Muba 2030 dan pelaksanaan pilot project sebagai pondasi awal dan kegiatan nyata untuk menuju Muba 2030," paparnya.

Untuk itu, kata Iskandar, dalam perjalanannya nanti akan melibatkan semua pemangku kepentingan. "Mengajak masyarakat ikut berkontribusi dan partisipasi aktif dalam perjalanan pelaksanaan visi dan misi Muba 2030, dan mengajak perusahaan dan investor berkoordinasi berkolaborasi dan berinvestasi dengan Pemkab Muba untuk membangun Daerah Muba," Ungkapnya.