BERITA

Home Berita Detail Berita

Cetak

Ground Breaking 8.162 Jaringan Gas Rumah Tangga Muba


Sungai lilin, Musi Banyuasin adalah salah satu kabupaten penghasil gas terbesar di Indonesia. Sangat wajar jika Bupati Muba Dr Dodi Reza Alex Noerdin Lic Econ MBA berupaya keras agar masyarakat Muba menjadi prioritas penerima jaringan gas terutama warga di wilayah ring 1 penghasil gas.

"Kita terus berjuang serta meminta kepada Kementerian ESDM agar pasokan jargas rumah tangga di Muba ini menjadi prioritas. Tidak lain demi kepentingan masyarakat Muba," ungkapnya di sela ground breaking pembangunan Jargas Rumah Tangga di Kantor Kecamatan Sungai Lilin, Sabtu (15/8).

“Pertama kali di Indonesia ada sambungan Jaringan Gas Rumah Tangga di Kota Kecamatan, hingga ke desa-desa. Kita selalu fokus agar sambungan jargas rumah tangga benar-benar dirasakan warga pedesaan. Alhamdulillah walau perlahan telah direalisasikan," ungkapnya.

Kerja nyata yang dilakukan Bupati Muba Dodi Reza ini. Disambut baik oleh Pimpinan Komisi VII DPR RI Ir H Alex Noerdin SH MM, sehingga dengan duet keduanya berhasil mewujudkan 8.162 sambungan jaringan gas (jargas) bumi untuk rumah tangga di Kecamatan Sungai Lilin, Kecamatan Sekayu dan Kecamatan Bayung Lencir Kabupaten Musi Banyuasin.

Kepala Bappeda Muba Drs Iskandar Syahrianto MM menyampaikan bahwa kegiatan pembangunan jargas dimulai pada tahun 2017 kemudian dilanjutkan pada tahun 2020. Untuk wilayah Musi Banyuasin mendapat alokasi 8.162 SR yang berada di tiga kecamatan yaitu Kecamatan Sekayu, Sungai Lilin dan Bayung lincir.

"Alhamdulillah kegiatan pembangunan jargas ini sudah berjalan. Kurang lebih 2 bulan yang lalu telah dilakukan pendataan calon sambungan rumah tangga. Pada hari ini akan diresmikan MRS di Kecamatan Sungai Lilin yang merupakan salah satu pusat dari jaringan gas tersebut, paparnya.

Pimpinan Komisi VII DPR RI Ir H Alex Noerdin yang membidangi energi menyebut Kabupaten Muba selalu menjadi yang terdepan. "Untuk seluruh Indonesia, Kabupaten Muba adalah salah satu penghasil gas terbesar di Indonesia. Calon pelanggan terdaftar kurang lebih 50.000. Saya minta silakan tahun depan 50.000 sambungan rumah jargas untuk Musi Banyuasin di 3 Kecamatan dan ditambah 3 Kecamatan yang lain," tegas mantan Gubernur Sumsel dua periode ini.

Alex yang juga mantan Ketua Bupati se-Indonesia ini meyakini Muba harus menjadi prioritas sambungan jargas rumah tangga. “Insya Allah 50 ribu Tahun depan. Katakan tidak mencapai 50 ribu, 48 ribu jadilah 2 ribunya nyusul tahun selanjutnya. Karena dari sinilah asal gas itu, wajar dari sinilah asal minyak bumi itu,"

Mengapa Muba (penghasil gas) harus menjadi prioritas, Karena daerah penghasil itu menanggung beban kerusakan lingkungan akibat ekploitasi sumber daya alam tersebut. Kerusakan lingkungan itu lebih mahal perbaikannya daripada apa yang dihasilkan sumber daya alam itu. Itu baru keadilan, tegas Alex.

Direktur Perencanaan dan Pembangunan Infrastruktur Migas melalui Kepala Subdit Perencanaan dan Pembangunan Infrastruktur Migas Kementrian ESDM RI Wahyudi Akbari mengatakan program pemerintah sudah ada sampai 2024.

"Kita ditargetkan pemerintah membangun komulatif sebesar 4 juta sambungan rumah dengan biaya APBN. Kemudian juga ada anggaran dari pembelian yang kita dorong mulai dari 2022 sampai 2024 ini persiapan untuk pembangunan," katanya.

Pada tahun 2020 ini akan ada 10 paket pembangunan jargas yang pendataannya dikoordinasikan dengan Pemda yang juga mendampingi hingga perencanaan, perizinan, sampai kepada masyarakat calon penerima, papar Wahyudi.