BERITA

Home Berita Detail Berita

Cetak

FGD Penetapan Target Angka dalam rangka Penanggulangan Kemiskinan


Sekayu, Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Kabupaten Musi Banyuasin Melaksanakan Rapat Focus Group Discussion (FGD) Dalam Rangka Penanggulangan Kemiskinan dan Penetapan Target Angka Kemiskinan, Indeks Pembangunan Manusia, Indeks Gini dan Pertumbuhan Ekonomi Pada Perubahan RPJMD 2017 - 2020 di Kabupaten Musi Banyuasin. Rapat Dipimpin Oleh Kepala Bappeda Kab.Muba Bapak. Drs. Iskandar Syahriyanto, MH, dan Sekretaris Bappeda Bapak Eko Kusbantono, S.Hut. Pada hari Selasa 7 Juli 2020.

Rapat diikuti Oleh Kepala BPS Kab. Muba Ibu Sunita, Se, M.Si, Seluruh Kepala Bidang, Kasubbag dan Kasubbid Bappeda Kab.Muba . Bertempat Diruang Rapat Bappeda Kab. Muba Lantai 2.

Dalam rapat kali ini dipaparkan tentang kondisi capaian lima (5) indikator yaitu IPM, PDRB, Pertumbuhan Ekonomi, Gini Rasio, dan Kemiskinan Oleh Kepala BPS Kabupaten Musi Banyuasin.

Sebelum tahun 1970-an, pembangunan semata-mata dipandang sebagai fenomena ekonomi saja. (Todaro dan Smith). Pengalaman pada dekade tersebut menunjukkan adanya tingkat pertumbuhan ekonomi yang tinggi tetapi gagal memperbaiki taraf hidup sebagian besar penduduknya. IPM diperkenalkan oleh United Nation Development Programme (UNDP) pada tahun 1990 dan dipublikasikan secara berkala dalam laporan tahunan Human Development Report (HDR).

Menurut Ibu Sunita bahwa indeks yang mengukur pembangunan manusia dari tiga aspek dasar, antar lain A Long and Healthy Life (umur panjang dan hidup sehat), Knowledge (pengetahuan), A Decent Standard of Living (standard hidup layak).

Pada tahun 2019, capaian pembangunan manusia yang diukur dengan Indeks Pembangunan Manusia (IPM) di Kabupaten Musi Banyuain sebesar 67,83. Posisi IPM Musi Banyusain menempati peringkat ke-8 dari seluruh kabupaten di Sumatera Selatan.

Kemudian Pada tahun 2019, pertumbuhan ekonomi Musi Banyuasin sebesar 4,57 persen, meningkat dari tahun-tahun sebelumnya. Seluruh produk barang dan jasa (output) yang dihasilkan di suatu wilayah domestik tertentu dalam satu tahun. Produk tersebut bisa dikonsumsi di wilayah tersebut dan atau diekspor ke wilayah lain. Ada 3 cara pengukuruan PDRB, yaitu: Pendekatan Produksi, Pendekatan Konsumsi, Pendekatan Pendapatan, Jelas Sunita.

Kepala Bappeda sangat menyoroti tentang Gini ratio (ukuran pemerataan pendapatan yang di hitung berdasarkan kelas pendapatan). Secara Definisi “Penduduk yang Memiliki Rata-rata Pengeluaran per Kapita Perbulan di Bawah Garis Kemiskinan. Menurut Iskandar, Kemiskinan Dipandang Sebagai Ketidakmampuan dari Sisi Ekonomi untuk Memenuhi Kebutuhan Dasar Makanan dan Bukan Makanan (Diukur dari Sisi Pengeluaran)”

Tantangan pengentasan kemiskinan Kabupaten musi banyuasin Faktor Geografis (Luas Wilayah, Jumlah Penduduk, Kondisi Alam) Faktor Eksternal (Harga BBM dan Komoditas Perkebunan) Faktor Internal (Komoditi Asli, Penguatan Program). Ini adalah tantangan yang harus kita selesaikan secara bersama dengan saling bahu-membahu untuk mewujudkan visi dan misi Bupati Musi Banyuasin Muba Maju Berjaya 2022, Ungkap Iskandar.