BERITA

Home Berita Detail Berita

Cetak

Indikator Realistis, Pembahasan Rancangan Awal Perubahan RPJMD 2017-2022


Sekayu, Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Kabupaten Musi Banyuasin melaksanakan Rapat Pembahasan tentang Rancangan Awal Perubahan Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Tahun 2017-2022 di Aula Bappeda Lantai 2 pada jum’at, 3 juli 2020.

Rapat pembahasan Perubahan RPJMD dimoderatori oleh Chairul, ST Kepala Bidang Penelitian dan Pengembangan. Chairul menyampaikan bahwa tahapan penyusunan rancangan awal perubahan RPJMD telah merujuk pada Permendagri 86 Tahun 2017 serta meminta Kepala Bappeda untuk memberikan arahan lebih lanjut.

Drs. Iskandar Syahrianto, MH Kepala Bappeda kabupaten Musi Banyuasin secara langsung mengikuti pembahasan RPJMD dan mengikuti perkembangan terkini dalam perkembangan Perubahan RPJMD tersebut. Iskandar sangat concern terhadap Perubahan RPJMD ini karena merupakan tanggung jawab sebagai Pemerintah Daerah dalam menerapkan Visi dan Misi Bupati yang telah dituangkan dalam RPJMD 2017-2022.  

Sekretaris Bappeda Eko Kusbantono mengingatkan bahwa semua harus berhati-hati dengan indikator tersebut, dikarenakan masa pandemic covid 19 ini dapat berefek pada indikator yang telah ditetapkan dan harus direvisi sesuai dengan keadaan atau alasan yang sangat logis.

Kasubbag Perencanaan Ibu Iping menyampaikan bahwa ada beberapa indikator yang menjadi fokus perhatian dari Legislatif terutama terkait indikator kemantapan jalan yang memang menjadi concern Bupati Musi Banyuasin dalam pembangunan jalan yang mantap.

Kepala Bidang Infrastruktur dan Pengembangan Wilayah diwakili oleh Kasubbid Pengembangan Wilayah Amrah Syarif menyampaikan laporan bahwa setelah di evaluasi oleh Kementerian PAN RB bahwa Indikator Kinerja Utama (IKU) dalam RPJMD yang awalnya dari 32 indikator  berubah menjadi 17, dikarenakan ada Indikator-indikator yang disesuaikan dengan kondisi terkini. Ada beberapa Indikator yang perlu di diskusikan dengan pengampuhnya contohnya Dinas Sosial dan lainnya. Sehingga perlu dilakukan diskusi lebih lanjut untuk membahas penyelarasan Indikator-indikator tersebut.

Kepala Bidang Perekonomian dan Pendanaan Pembangunan diwakili oleh Kasubbid Dewi Sartika menyampaikan terkait hal-hal yang ada pada Indikator-indikator bidang perekonomian dan ada beberapa hal yang harus disesuaikan dengan angka-angka optimis, pesimis maupun moderatnya dan indeks gini serta indicator lainnya.

Kepala Bidang  Pemerintahan dan Pembangunan Manusia diwakili oleh Zulkurniawan bahwa semua kegiatan yang mendukung PMKS dan Indikator kemiskinan ini telah disupport serta telah on the track atau sesuai dengan jalur yang disepakati.

Kepala Bidang PPEP diwakili oleh Kasubbid evaluasi Riki Perdana menyampaikan bahwa ada kegiatan yang sudah 100% bisa diulangi lagi dan ada kegiatan yang telah 100% tidak perlu diulangi kembali. Ditambahkan oleh Joni Harwin Kasubbid Pelaporan agar dibuat sesi khusus dengan instansi terkait agar dapat benar-benar sesuai angka target yang ditetapkan.

Perubahan dalam RPJMD ini didasarkan pada Peraturan Permendagri, Perubahan RPJMN serta Covid dan APBD. “RPJMD ini adalah pondasi pembangunan yang berefek hingga 10 tahun mendatang”. Untuk itu selanjutnya adalah pengkajian tentang indikator sesuai dengan bidang-bidang masing-masing agar indikator tersebut dapat realistis, Papar Iskandar.