BERITA

Home Berita Detail Berita

Cetak

Bantuan COVID 19, 1 Ton beras disalurkan ke Kecamatan Sungai Keruh


Sungai Keruh, Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (BAPPEDA) Kabupaten Musi Banyuasin Beribantuan 1 Ton beras untuk masyarakat miskin se-kecamatan Sungai Keruh. Pemberian bantuan tersebut dalam rangka menghadapi wabah corona virus desease (Covid 19) khususnya di kecamatan Sungai Keruh.

Bantuan tersebut diberikan oleh Kepala Bappeda Kabupaten Musi Banyuasin Ir. Zulfakar, M.Si, kepada Camat Sungai Keruh yang kemudian dibagikan ke masing-masing Kepala Desa yang ada di Sungai Keruh sesuai dengan data penduduk miskin non BDT yang didata oleh pihak desa.

Bupati Dodi Reza Alex Noerdin memberikan bantuan beras untuk seluruh masyarakat miskin Kabupaten Musi Banyuasin non BDT atau yang tidak tercover oleh Basis Data Terpadu kemiskinan yang tersebar di 15 Kecamatan se-Kabupaten Musi Banyuasin.

Pada kesempatan ini Bappeda mendapat tugas untuk memberikan bantuan warga kecamatan Sungai Keruh. Selain memberikan bantuan berupa beras ataupun sembako, Bappeda juga memberikan masker untuk ASN di Kantor Kecamatan Sungai Keruh agar tetap dapat melayani masyarakat Sungai Keruh walaupun ditengah wabah COVID 19 ini.

Di kesempatan lain, Bappeda juga menurunkan tim untuk memastikan bantuan COVID 19 untuk masyarakat miskin non BDT ini tersampaikan dengan tepat sasarannya ke tiap desa yang ada di Kecamatan Sungai Keruh. Tim yang diketuai oleh Bapak Zulkurniawan, S.IP, MM dan Jumono, SH, turun ke desa-desa untuk mewawancarai kades dan masyarakat yang mendapatkan bantuan COVID 19 berupa beras 5 Kg setiap KK yang diusulkan oleh Pemerintah Desa.

Salah satu Kades yang diwawancarai oleh tim adalah Kades Rantau Sialang yaitu Bapak ARWIN. Menurut Arwin bahwa penerima bantuan COVID 19 ini sangat tepat pada sasarannya, dikarenakan data yang digunakan adalah yg tidak menerima BPNT, PKH maupun dari dinas lainnya yang tergolong kepada masyarakat yang miskin ataupun tidak mampu. Bantuan pun setelah diterima dari kecamatan langsung di bagikan oleh Kepala Desa melalui masing-masing Kepala Dusun (Kadus), ungkapnya.

Rita 56 tahun, salah satu warga sungai keruh yang diwawancarai oleh tim, merasa sangat terbantu sekali atas pemberian dari Pemerintah Musi Banyuasin tersebut. “Kami sangat berharap, pemerintah dapat memberikan bantuan tersebut kepada kami. Karena kami tidak pernah dapat bantuan baik BPNT maupun bantuan lainnya. Kami ini orang susah pak, tolong dibantu, ungkap  Rita.

Dilain sisi, Al-Aziz Kepala Desa Kertajaya ketika ditemui oleh TIM Bappeda menyampaikan bahwa, memang masyarakat kertajaya ada beberapa KK yang sesuai dengan kriteria yang disampaikan oleh Pemerintah Kabupaten Musi Banyuasin. Akan tetapi ketika dilaksanakan musyawarah desa, BPD mengusulkan untuk dimasukkan seluruhnya dalam data usulan tersebut dan dituangkan di dalam berita acara agar tidak terjadi gejolak diantara warga satu dengan yang lain.

Zulkurniawan memaparkan bahwa, bantuan tersebut memang harus sesuai kriteria pemerintah kabupaten seperti pak Kades sampaikan sebelumnya. Namun jangan sampai bantuan untuk COVID 19 ini disalah artikan oleh masyarakat desa, tidak semua masyarakat desa yang mendapatkan bantuan COVID 19 ini. Hanya masyarakat desa yang miskin, serta tidak mendapat bantuan lainnya atau non BDT.

Kita harus sama-sama bekerja keras agar bantuan ini dapat tersalurkan dengan tepat sasaran, agar apa yang menjadi target pemerintah kabupaten Musi Banyuasin mendapat hasil yang maksimal, beber Zul.