BERITA

Home Berita Detail Berita

Cetak

Pengurangan Angka Kemiskinan dengan Pakan Ternak Musrenbang RKPD tahun 2021 Lais


Lais, Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (BAPPEDA) Kabupaten Musi Banyuasin melaksanakan kegiatan Musyawarah Perencanaan Pembangunan Tingkat Kecamatan (Musrenbang) Rencana Kerja Pembangunan Daerah (RKPD) dengan tema Percepatan Pengurangan Angka Kemiskinan melalui hilirisasi industri dan inovasi, di Gedung Serbaguna Kecamatan Lais pada hari senin tanggal 17 Februari 2020 pukul 10.00 WIB.

Agenda tersebut dihadiri oleh Sekretaris Daerah Kabupaten Musi Banyuasin Bpk. Drs. H. Apriyadi, Anggota DPRD Kab. Muba Bpk Rudi Hartono dan Nopri Soleh, Staf Ahli Bupati Bpk. Agus Hari Wibowo, Kepala Dinas Pendidikan & Kebudayaan Bpk. Musni Wijaya, Kepala Dinas Perkebunan Bpk. Iskandar Syahrianto, Kepala Dinas Kesehatan Bpk. Azmi Darusman, Kapolsek Lais Bpk. Syafaruddin, Perwakilan Kepala Perangkat Daerah, Perwakilan Danramil Bpk. Maman, Kepala Desa Se-Kecamatan Lais, Organisasi Pemuda Kec. Lais, Tokoh Agama dan Tokoh Masyarakat Kec. Lais.  

Bupati Musi Banyuasin Dr H Dodi Reza Alex melalui Sekretaris Daerah Kabupaten Muba, Drs H Apriyadi MSi menilai bahwa Kecamatan adalah prioritas dalam percepatan pengurangan angka kemiskinan. Karena menurut data dari Badan Pusat Statistik angka kemiskinan di kecamatan Lais cukup tinggi. Oleh karena itu merupakan tugas seluruh elemen masyarakat dan pemerintah untuk mengurangi kemiskinan di Lais Program Inovasi Pakan Ternak murah dan berkualitas diyakini sebagai salah satu faktor penurunan angka kemiskinan yang cukup signifikan di Kecamatan Lais. Pemkab Muba akan fokus pada program pemberdayaan  dan pembangunan konektifitas guna percepatan pengurangan kemiskinan.

"Di kecamatan Lais ini ada kurang lebih Sembilan Desa yang dialiri Sungai Musi dan Sungai Batanghari Leko, maka potensi perikanan harus dimanfaatkan secara maksimal. Kemudian bantuan di sektor pertanian, pendidikan dan kesehatan juga akan menyasar pada masyarakat miskin yang ada disni,"ucap Apriyadi.

"Jadi tidak usah terlalu banyak usulan dan program kecil-kecil yang nantinya tidak terpenuhi oleh kabupaten. Dengan dana desa silahkan untuk memenuhi fasilitas dan kebutuhan di desa. Nah untuk APBD kita akan fokus bangun jalan konektifitas, misal sepetti di Lais sepanjang jalan Simpang Gardu dan Jalan simpang Petaling. Karena kalau jalan konektifitas bagus, transportasi lancar, maka bisa meningkatkan perekonomian,"paparnya.

Sementara itu Camat Lais, Deni Sukmana mengungkapkan bahwa upaya pemerintah kecamatan Lais dalam Musrenbang RKPD ini fokus pada pengurangan angka kemiskinan. Hal pertama yang dilakukan ialah mendata masyarakat yang tergolong miskin di Kecamatan Lais. Kemudian mencarikan solusi untuk meningkatkan pendapatan masyarakat, dilihat disini pada sektor pertanian, perikanan dan juga perkebunan. 

"Misalkan seperti sektor perkebunan sawit rakyat membutuhkan program replanting/ peremajaan sawit rakyat maka kita masukan PSR. Kemudian sektor perikanan mereka butuh pakan ternak, nah kita siapkan inovasi pakan ternak murah dan berkualitas. Selain itu kita juga membentuk kelompok pemberdayaan di setiap dusun untuk menyiapkan alat pembuatan pakan ternak dari limbah sawit tersebut,"jelasnya.

Sebelumnya menurut Hary Agus Wibowo, inovasi pakan ternak yang dinamai Mososa yang sudah diterapkan sejak lama di bumi Serasan Sekate tersebut memberikan dampak yang positif bagi petani dan peternak di Muba. Tak tanggung-tanggung Teknologi Mososa ini membuat petani dan peternak di Muba bisa hemat hingga 60 persen dan meraup untung mencapai Rp6 juta perbulan.

"Bahannya mudah didapat, kami petani bisa hemat banyak untuk biaya pupuk, "Jadi kami tidak terlalu bergantung lagi dengan pupuk bersubsidi" ungkap Hary Agus Wibowo selaku pemilik hak paten Teknologi Mososa.

Kepala Bappeda Ir. Zulfakar, M.Si diwakili Oleh Kabid Pemerintahan dan Pembangunan Manusia Ir. Untung Surapati, MT memaparkan bahwa kegiatan Musrenbang RKPD ini adalah sebagai amanah dari undang-undang, sehingga kita wajib melaksanakannya dimulai dari Musrenbang Desa, Musrenbang Kecamatan, Musrenbang Kabupaten dan dilanjutkan dengan tahap selanjutnya yaitu forum PD, RKPD hingga pelaksanaan anggaran. Jikalau kita tidak melaksanakannya, maka kita telah menyalahi peraturan perundang-undangan.

“Kepada pemerintah desa, diharapkan benar-benar memperhatikan kebutuhan prioritas dari desa dengan menggali kebutuhan tersebut melalui Musrenbangdes,” Ujarnya.

Setelah hasil Musrenbang Desa diketahui skala prioritas dari kebutuhan desa, maka kemudian akan dikelompokkan dalam usulan-usulan sesuai dengan wewenang dari perangkat daerah maupun diluar perangkat daerah, sehingga usulan pembangunan tersebut tidak menjadi sia-sia dikarenakan sudah tepat pada sasaran pengajuannya, tutup Untung Surapati.