BERITA

Home Berita Detail Berita

Cetak

FGD MEMBANGUN AREA SUMBER KOMODITI TERVERIFIKASI (MASKoT)


Sekayu, Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (BAPPEDA) Kabupaten Musi Banyuasin melalui bidang Infrastruktur dan Pengembangan Wilayah melaksanakan Focus Group Discussion (FGD) tentang Membangun Area Sumber Komoditi Terverifikasi (MASKoT) menuju Pusat Unggulan Kawasan Industri Hijau. Pada tanggal 12 Agustus 2019 bertempat di Hotel Ranggonang Sekayu pukul 09.00 s.d. selesai.

Pemerintah Kabupaten Musi Banyuasin bekerja sama dengan Yayasan Kelola Lanskap Berkelanjutan (YLKB) IDH The Sustainable Trade Initiative. Melaksanakan kegiatan tersebut dengan tujuan agar kedepan Musi Banyuasin menjadi Kabupaten dapat melaksanakan Verified Sourcing Area (VSA) untuk pengembangan Komoditi yang berkelanjutan, Pelestarian Hutan dan Penurunan Emisi dalam Kesatuan Lanskap.

Acara tersebut dibuka oleh Kepala Bappeda Kabupaten Musi Banyuasin Ir. Zulfakar, M.Si serta dihadiri oleh Staf Khusus Bupati Bidang Kerjasama Antar Lembaga dan Pembangunan Hijau (KALDPH) Dr. Najib Asmani, Direktur YIDH Dr. Fitrian Ardiansyah, Ketua Jurusan Sosial Ekonomi Fakultas Pertanian Unsri Dr. Ir. Maryadi, M.Si, Direktur Proyek Kelola Sendang ZSL serta dinas, instansi dan LSM / NGO terkait.

Beberapa pemaparan dilakukan oleh pemateri-pemateri tersebut diatas antara lain materi tentang Pengertian dan Format pusat Unggulan Kawasan Industri, Area Sumber Komoditi yang terverifikasi, Model kolaborasi hulu dan hilir pembelajaran dari FAMA Malaysia, Pemetaan potensi dan Stakeholder pada Area Model Bayung Lencir, Kuala Tungkal dan Sungai Lilin. Setelah pemaparan tersebut dilaksanakanlah diskusi yang di moderatori oleh Amrah Syarif, ST, MT.

Kabupaten Musi Banyuasin terus menjalankan komitmen  untuk mengurangi emisi sebesar 26% pada Tahun 2020 dengan upaya sendiri, dan Musi Banyuasin dengan mitra Hijaunya di Sumatera Selatan adalah Kabupaten Pertama yang mendukung implementasi Kemitraan Pengelolaan lansekap/ Kolega, perintis dan pelopor Lingkar Temu Kabupaten Lestari (LKTL). 

Adapun yang menjadi global elemen dalam VSA tersebut adalah tentang perlindungan hutan, tata kelola pemerintahan, tenaga kerja, konflik lahan dan transparansi. Hal ini akan disikapi secara serius demi kesejahteraan masyarakat Musi Banyuasin.