BERITA

Home Berita Detail Berita

Cetak

Identifikasi Permasalahan Kemiskinan di Kecamatan Lais Kab. Muba


Lais, Jum’at 01 Maret 2019. Kita ketahui Kemisikinan adalah salah satu permasalahan yang mendunia,  oleh sebab itu Tim Dewan Riset Daerah Kab. Muba beserta Mahasiswa/i Universitas Sriwijaya mencoba untuk mengindentifikasi akar masalah yang ada di Kecamatan Lais. Adapun factor penyebab seperti tingkat pendidikan yang rendah, produktivitas tenaga kerja rendah, tingkat upah yang rendah, distribusi pendapatan yang timpang dan kesempatan kerja yang kurang.

Pada hari jum’at tanggal 01 Maret 2019 Mahasiswa/i dari Universitas Sriwijaya Beserta Tim Dewan Riset Daerah Kab. Muba melakukan Survey Kebutuhan Masyrakat yang ada di Kecamatan Lais, Adapun Mahasiswa/i dari Universitas Sriwijaya Berjumlah 120 orang dan dibagi 3 kelompok terdiri dari 40 orang di desa Epil, Desa Danau Cana dan Desa Rantau Keroya.

Mahasiswa/i dari Universitas Sriwijaya ini Pukul 12.30 WIB dan langsung menuju lokasi rumah Perangkat Desa (Kades) di Desa Epil, Desa danau Cala dan Desa Rantau Keroya. Salah satu kelompok tim di Desa Epil langsung menuju rumah Kepala Desa, sesampainya disana Mahasiswa/i Langsung bertemu Istri dari Kepala Desa yang Kebetulan Pada Hari Itu Kepala desa Sedang ada tugas ke luar Daerah. Para Mahasiswa/i  Berkumpul di Balai Pertemuan Milik Desa Epil didamping tiga asisten Dosen dan Melakukan Diskusi bersama sebagai persiapan untuk melakukan Sosialisasi keesokan harinya.

Jarak dari Desa simpang Tugu  Menuju Gerbang Desa Danau Cala berkisar 4,5 KM, kondisi jalan ada yang telah  di cor dan berbatuan dan dari Gerbang Danau Cala sampai ke Permukiman Masyarakat Danau Cala jarak ditempuh sekitar 3,7 KM dimana kondisi jalan masih tanah merah dan sedikit berbatuan.

Mahasiswa/i yang bertugas di Desa Danau Cala dan Rantau Keroya tiba Pukul 14.00 WIB siang dan semua berkumpul di Rumah Kepala Desa Danau Cala, dikarenakan Hujan turun Lebat sehingga Kelompok yang bertugas di Desa Rantau Keroya harus menunggu hujan reda dahulu untuk melanjutkan perjalanan. Sambil menunggu hujan reda para Mahasiswa/i Makan Siang Bersama yang dimana Telah disediakan Oleh Bapak Kepala desa Danau Cala (Bapak Nazarudin).

Pada Pukul 17.00 WIB Mahasiswa/i diberangkatkan menuju Desa Rantau Keroya didamping Oleh Perwakilan Dari Dewan Riset Daerah Bapak Yulius, beserta assiten, Bapak Mizian, Darma, Ardhi dari Bappeda Kab, Musi Banyuasin menggunakan Perahu Ketek dan Speedboat. Sesampainya di Desa Rantau Keroya Bapak Nizar selaku Kades menyambut hangat kedatangan kami dan mempersilakan kami untuk masuk ke rumah, setelah semua kelompok berkumpul di rumah Bapak Nizar Bapak Yulius menyampaikan maksud tujuan kedatangan di Desa Rantau Keroya.

Bapak  ir. Yulius MSc  Selaku Tim Dewan Riset Daerah menyampaikan Bahwa Desa Rantau Keroya adalah salah satu desa miskin yang ada di Kec Lais untuk itu maksud tujuan Bapak Yulius dan Tim mau mengindenfikasi dan Memverifikasi permasalahan yang ada dan diharapkan Bapak Nizar dapat menerima dan memfasilitasi Kelompok Mahasiswa/i untuk melakukan Sosialisasi dam Survei data agar dapat mengetahui permasalahan yang ada di Desa Rantau Keroya. Selain itu Bapak Ir Yuslius MSc  juga menyampaikan ada Pogram Kerjasama Antara Jepang dan Indonesia dimana Masyarakat yang belum berkerja dan berminat berkesempatan untuk bekerja di Luar Negeri, sebelumnya harus mengikuti Pelatihan dahulu di Palembang dan di Badung tepatnya di Kabupaten Lembang Selama Kurang Lebih 2 Bulan dan selanjutnya akan diberangkatkan ke Jepang dengan kontrak 3 tahun.

Bapak Nizar Selaku Kades Rantau Keroya menyampaikan Terima kasih atas Kehadirannya di desa Rantau Keroya, dimana Desa Rantau Keroya memiliki 3 Dusun dimana KK berjumlah kurang lebih 800 KK dengan penduduk 6000 jiwa dan 2987 mata pilih. Desa Rantau Keroya adalah desa yang terpencil dan akses jalan darat belum ada dimana mata pencarian disini sebagian besar bersawah, berkebun dan menjadi nelayan. Dikarenakan akses yang belum memadai hampir 50% masyrakat kebanyakan meninggalkan desa untuk bekerja di luar menjadi karyawan. Bapak Kades juga semaksimal mungkin akan membantu mahasiswa/i yang telah datang untuk mendapatkan data yang dibutuhkan, Bapak Kades juga sangat mengapresiasi program kerjasama Indonesia dan Jepang  dan diharapkan dapat mengurangi penggaguran di desa khususnya Desa Rantau Keroya dan program tersebut akan kami sampaikan dan sosialisasikan kepada masyrakat yang berminat.

Keesokan Harinya pada Tanggal 02 Maret 2019 kelompok yang dibagi di 3 desa melakukan Survey qusiner yang telah dibuat sebelumnya menuju ke rumah-rumah masyrakat, hasil dari survey tersebut diharapkan mahasiswa/i dapat memetahkan permasalahan dan solusi yang dapat dilakukan untuk menuntaskan kemiskinan yang ada di 3 desa ini (Desa Epil, Danau Cala, Rantau Keroya) dan lanjut Sosialisasi Program Kerjasama Antara Indonesia dan Jepang Kepada Masyarakat di 3 Desa tersebut Oleh Tim Dewan Riset, Bappeda, Kepala Desa, Mahasiswa/i  dan Masyarakat.

Bapak Ir Yulius MSc Mengutarakan bahwa Kecamatan Lais Khususnya Danau Cala dan Rantau Keroya memiliki Potensi Sumber Daya Alam yang sang luar biasa dari Sektor Perikanan dan Pertanian, dimana Bapak Yulius terjun langsung kelokasi dan melihat sangat banyak jenis-jenis ikan yang didapat dan juga Cabe yang di hasilkan sangatlah bagus sekali sehingga potensi ini diharapakan dapat meningkatkan pendapatan perekonomian di masyarakat.

Sumber Daya  Alam inilah khusunya di sektor perikanan yang akan kita kelola kedepan, sehingga masyarakat di desa ini mendapatkan penghasilan yang layak dan juga kita doakan desa ini menjadi sumber penghasil Ikan terbesar di Kabupaten Musi Banyuasin. Selain dari hasil perikanan kita juga berusaha untuk meningkatkan hasil pertanian dan perkebunan, untuk itu diharapkan Kerjasama dari Permerintah Daerah, Perangkat Desa dan Masyarakat agar berusaha dan bersungguh-sunguh untuk mengali potensi yang ada, disamping itu kita akan sampaikan kepada Pemerintah daerah untuk meningkatkan akses Jalan dan Jembatan di desa ini dimana kita tau akses merupakan bagian terpenting di dalam kemajuan pembangunan di suatu Daerah.

By Darma Iskandar